Pantai Kesirat

Pantai Kesirat

Senja yang memikat di setiap insan yang menikmatinya, ucapan rasa syukur yang selalu tersirat dari setiap penikmatnya. Walaupun Pantai Kesirat tak mempunyai pasir bukan berarti pantai ini tak menarik untuk dikunjungi.

Pantai Kesirat

Pantai Kesirat

Dikala senja sudah mulai tiba, kami pakettourjogja menyusuri jalan bersemen. Sekitar 45 menit kami terguncang-guncang diatas kendaraan akhirnya kami sampai di suatu tujuan. Kata orang tempat yang kami kunjungi salah satu surga tersembunyi di pesisir Gunung Kidul ,Yogyakarta. Yang berada di balik semak-semak tinggi nampak sebuah pemandangan yang sanagt mempesona.

Yaa, Pantai Kesirat namanya. Tak seperti pantai lainnya, Pantai Kesirat mempesona karakternya karena berbeda dengan pantai-pantai di Gunung Kidul pada umumnya, yang merupakan pantai yang bertipe tebing karang tak mempunyai pasir putih atau pemandangan buih ombak yang menepi di pantai yang satu ini. Kita hanya bisa menikmati suara deburan ombak yang ganasnya menabrak sisi-sisi karang.

Sore itu Pantai Kesirat tak terlalu ramai pengunjung. Hanya ada beberapa pengunjung yang terlebih dulu sampai, mereka berencana ingin bermalam disini. Layaknya surga tersembunyi di Gunung Kidul, di pantai ini terdapat sebuah pohon tunggal di tepi tebing. Pohon Abadi, begitulah pepuler namanya dikalangan para wisatawan yang berkunjung di Pantai Kesirat. Diatas tebing ini hidup hamparan rumput yang cukup luas yang seolah tak menarik baginya hidup diatas tanah. Dibawah pohon abadi itulah biasanya para wisatawan mendirikan tenda untuk bermalam di sini.

Melainkan sebagai salah satu tempat wisata yang memikat, Pantai Kesirat juga merupakan salah satu tempat berkumpulya para penggemar rock fishing. Kebanyakan para penggemarnya adalah Bapak-Bapak, yang biasanya mereka duduk berjejer menghadap selatan di ujung selatan tebing. Jauh sebelum pantai ini dikunjungi para wisatawan, diujung selatan tebing sengaja dibangun sebuah pondok sederhana yang merupakan spot terbaik untuk memancing. Garis Pantai Kesirat yang langsung jatuh ke laut lepas dan jenis ikannya yang beragam adalah alasan mengapa pantai ini sangat digemari para penggemar rock fishing. Bila kita beruntung, kita bisa melihat penduduk sekitar mencari ikan dengan cara ngrendet, atau bisa disebut juga mencari ikan dengan menebar jaring dari satu tebing ke tebing lainya.

Menurut para pemancing mania di Pantai Kesirat, daya tarik yang luar biasa bagi para pemancing di pantai ini melainkan ikan-ikan kecil yang banyak juga tempat singgah ikan-ikan besar seperti , hiu tutul, paus maupun lumba-lumba sering terlihat ketika musim migrasi tiba.

Selain sebagai surga tersembunyi bagi para pemancing, Dipantai Kesirat juga masih sangat kental dengan tradisi masyarakat sekitar. Tradisi ini berawal dari kearifan lokal masyarakat Jawa pada lingkungan sekitar, dengan tidak menebang pohon sembarangan. Tridisi ini biasa masyarakat menyebutnya ngalap berkah atau brubuh-brubuh. Yang dilaksanakan setiap setahun sekali ketika musim padi belum mulai menguning, warga baru boleh menebang pohon. Tradisi ini merupakan sebagai ucapan syukur masyarakat yang tersirat dalam menjaga keseimbangan alam. Tradisi brubuh-brubuh juga masih berlangsung hingga kini.

Bukan hanya penduduk sekitar yang mempunyai tradisi, wisatawanpun juga demikian. Belum sah rasanya bila berkunjung ke Pantai Kesirat tak menikmati senja. Tebing Pantai yang menghadap kebarat menjadi tempat yang pas untuk menyaksikan mataharai kembali ke peraduan, yang seolah tenggelam ke dalam lautan. Kami teduduk terpaku seolah terhipnotis keindahan gradasi warrna kuning terang hingga biru pekat hasil karya Tuhan. Senja di Pantai Kesirat semakin dramatis dengan pohon Abadi yang condong ke arah laut, seakan melambai kearah matahari, mengucapkan selamat tinggal.

About the author

pakettourjogja administrator

Leave a Reply