Tag Archive Kepatihan

Tradisi Grebeg Maulud Yogyakarta

Sumber: Google/Harian Jogja/JIBI

Grebeg di Yogyakarta diselenggarakan sebanyak tiga kali yaitu Grebeg Syawal, Grebeg Besar, Grebeg Maulud. Grebeg Syawal diadakan setelah selesai Shalat Id Hari Raya Idul Fitri, Grebeg Besar dilaksanakan ketika Umat Islam merayakan Idul Adha dan Grebeg Maulud diadakan untuk merayakan Hari Maulud Nabi Muhammad, SAW.

 

Sebelum Grebeg Maulud, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengadakan pasar malam yang dinamakan Sekaten. Sekaten akan diselenggarakan selama sebulan di Alun-alun Utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dalam Sekaten selain pasar malam ada acara pentas seni, dan kurang lebih seminggu menjelang Hari Maulud Nabi Muhammad ada musik gamelan yang dimainkan di depan Masjid Gede Kraton Yogyakarta.

 

Di Puncak Perayaan Maulud Nabi Muhammad ada perayaan Grebeg Maulud. Dalam acara ini, nantinya akan ada lima Gunungan yang keluar dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu Gunungan Putri, Gunungan Kakung, Gunungan Darat, Gunungan Gepak, dan Gunungan Pawuhan. Gunungan-gunungan ini nantinya akan diperebutkan di tiga tempat yaitu di Masjid Gede Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Puro Pakualaman, dan satu lagi di Kepatihan (Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta)

 

Gunungan ini berisikan berbagai macam hasil olahan makanan tradisional, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Selain itu, gunungan-gunungan ini juga sekaligus menjadi simbol rasa syukur terhadap sang pencipta atas hasil bumi berlimpah yang diberikan sang pencipta juga sekaligus menjadi sedekah raja untuk rakyatnya.

 

Acara Grebeg akan dimulai pukul 10.00, diawali dengan arak-arakan Prajurit Kraton seperti, Prajurit Wirobrojo, Prajurit Dhaeng, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Jagakarya, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Ketanggung, Prajurit Mantrijero, Prajurit Nyutra, Prajurit Bugis, dan Prajurit Surakarsa. Setalah itu dilanjutkan dengan doa dan Gunungan dibawa menuju ke tiga tempat yaitu ke Masjid Gede Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Puro Pakualaman, dan satu lagi di Kepatihan (Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta).

 

Banyak masyarakat yang rela jauh-jauh datang untuk menyaksikan acara grebeg ini. Bukan hanya masyarakat lokal Yogyakarta tapi juga luar kota bahkan mancanegara. Selain hanya menyaksikan, mereka juga ikut memperebutkan isi gunungan. Menurut kepercayaan masyarakat lokal ketika mendapatkan isi dari gunungan maka mereka sekeluarga akan mendapatkan keberkahan dalam hidup mereka.

 

 

 

TAGS

Jogja Wisata, Kraton Jogja, Grebeg Maulud, Masjid Gede Kraton Jogja, Puro Pakualaman, Kepatihan