Tag Archive Kraton Jogja

Yogyakarta Tour Package 2D1N 2018

Bingung mau libran kemana?Yuk jalan-jalan ke Jogja aja.

Liburan murah jogja 2D1N Cuma Rp.625.000,-/ orang
Destinasinya tentu juga sangat menarik untuk dikunjungi. Selain Malioboro dan juga Kraton Yogyakarta yang menjadi menu wajib jika berkunjung ke Jogja pastinya ada tempat-tempat menarik lainnya yang akan kamu kunjungi. Apa saja dan dimana saja lokasinya?

 

1.Candi Sambisari

Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan. Posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Posisi Candi Sambisari ini bisa dibilang sangat unik dan berbeda dari lainnya dan akan sangat indah ketika anda berkunjung di tempat ini pada saat sudah masuk musim penghujan karena rerumputan sedang tumbuh subur dan indah.

 

2. Tebing Breksi

Tebing Breksi adalah kawasan wisata geo heritage yang terbentuk akibat endapan abu vulkanik akibat letusan Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunung Kidul. Mulanya tempat ini adalah tempat galian penambangan material yang menjadi mata pencaharian warga sekitar yang akhirnya aktifitas tambang dihentikan karena Tebing Breksi masuk kawasan yang harus dilestarikan. Atas ide dan semangat warga kemudian tempat ini diubah menjadi kawasan wisata baru yang biasa dinikmati pengunjung untuk sekedar berselfie atau menikmati sepoi-sepoi angin karena lokasinya yang terletak di perbukitan.

 

3. Sunset Candi Ijo

Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kira-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Dinamakan Candi Ijo karena lokasi candi ini berada pada punggungan bukit yang disebut Gumuk atau Bukit Ijo. Waktu paling tepat untuk berkunjung ke tempat ini adalah pada sore hari karena Candi Ijo merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati sunset di Jogja.

 

Selain tiga destinasi yang disebutkan diatas tentu masih ada Kraton Yogyakarta, Tamansari, dan Malioboro yang siap menutup petualangan kamu selama 2 hari 1 malam di kota Yogyakarta.

Kraton Yogyakarta


 

Tamansari

 

Malioboro

 

Yogyakarta Tour Package 2D1N 2018

Price only Rp.625.000,-/pax (min 6 pax)

Meeting Point:

  • Stasiun Yogyakarta
  • Adi Sucipto Airport

 

Tour Itinerary

Hari 01:

  • Pick up airport/station
  • Candi Sambisari
  • Makan siang
  • Tebing Breksi
  • Sunset Candi Ijo
  • Check in hotel
  • Acara Bebas

 

Hari 02:

  • Makan pagi di hotel, check out
  • Kraton/Tamansari
  • Malioboro
  • Makan siang
  • Pusat oleh-oleh
  • Drop off stasiun

 

Exclude:

  • Flight ticket
  • Tipping guide
  • Pengeluaran pribadi

 

 

JOGJA WISATA TOUR INDONESIA

Telpon: (0274)2840804

Mobile: 081229994223

Office: Perum Griya Mahakam Permai No.B4, Jl. Wonosari km.7 Yogyakarta.

Website: www.jogjawisatatour.com/www.pakettourjogja.com

 

 

Mungkin anda juga mencari:

Paket Wisata Jogja, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja 2 hari 1 malam, Wisata di Jogja, Kuliner di Jogja, Paket Tour Jogja Murah, Kraton Jogja, Tamansari, Candi Ijo, Candi Sambisari, Tebing Breksi, Malioboro, Liburan murah ke Jogja

 

Tradisi Grebeg Maulud Yogyakarta

Sumber: Google/Harian Jogja/JIBI

Grebeg di Yogyakarta diselenggarakan sebanyak tiga kali yaitu Grebeg Syawal, Grebeg Besar, Grebeg Maulud. Grebeg Syawal diadakan setelah selesai Shalat Id Hari Raya Idul Fitri, Grebeg Besar dilaksanakan ketika Umat Islam merayakan Idul Adha dan Grebeg Maulud diadakan untuk merayakan Hari Maulud Nabi Muhammad, SAW.

 

Sebelum Grebeg Maulud, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengadakan pasar malam yang dinamakan Sekaten. Sekaten akan diselenggarakan selama sebulan di Alun-alun Utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dalam Sekaten selain pasar malam ada acara pentas seni, dan kurang lebih seminggu menjelang Hari Maulud Nabi Muhammad ada musik gamelan yang dimainkan di depan Masjid Gede Kraton Yogyakarta.

 

Di Puncak Perayaan Maulud Nabi Muhammad ada perayaan Grebeg Maulud. Dalam acara ini, nantinya akan ada lima Gunungan yang keluar dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu Gunungan Putri, Gunungan Kakung, Gunungan Darat, Gunungan Gepak, dan Gunungan Pawuhan. Gunungan-gunungan ini nantinya akan diperebutkan di tiga tempat yaitu di Masjid Gede Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Puro Pakualaman, dan satu lagi di Kepatihan (Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta)

 

Gunungan ini berisikan berbagai macam hasil olahan makanan tradisional, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Selain itu, gunungan-gunungan ini juga sekaligus menjadi simbol rasa syukur terhadap sang pencipta atas hasil bumi berlimpah yang diberikan sang pencipta juga sekaligus menjadi sedekah raja untuk rakyatnya.

 

Acara Grebeg akan dimulai pukul 10.00, diawali dengan arak-arakan Prajurit Kraton seperti, Prajurit Wirobrojo, Prajurit Dhaeng, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Jagakarya, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Ketanggung, Prajurit Mantrijero, Prajurit Nyutra, Prajurit Bugis, dan Prajurit Surakarsa. Setalah itu dilanjutkan dengan doa dan Gunungan dibawa menuju ke tiga tempat yaitu ke Masjid Gede Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Puro Pakualaman, dan satu lagi di Kepatihan (Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta).

 

Banyak masyarakat yang rela jauh-jauh datang untuk menyaksikan acara grebeg ini. Bukan hanya masyarakat lokal Yogyakarta tapi juga luar kota bahkan mancanegara. Selain hanya menyaksikan, mereka juga ikut memperebutkan isi gunungan. Menurut kepercayaan masyarakat lokal ketika mendapatkan isi dari gunungan maka mereka sekeluarga akan mendapatkan keberkahan dalam hidup mereka.

 

 

 

TAGS

Jogja Wisata, Kraton Jogja, Grebeg Maulud, Masjid Gede Kraton Jogja, Puro Pakualaman, Kepatihan

Bakmi Mbah Gito, Tempat Makan Unik di Jogja

Sumber: Google.

Jogja selain dikenal sebagai kota pelajar juga dikenal sebagai tempat wisata dengan paket lengkap. Wisata alam? Ada deretan pantai indah yang siap memanjakan mata. Wisata budaya dan sejarah? Ada Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Monumen Jogja Kembali, hingga Tugu Jogja. Wisata kuliner? Jelas tak perlu ditanyakan lagi kota ini punya segudang jenis makanan unik yang tak bisa kamu temui di tempat lain. Lantas, tempat makan unik apa yang harus kamu kunjungi di Jogja? Banyak orang mengatakan kalau soal rasa beragam makanan Jogja cenderung menonjol rasa manis. Tidak mutlak salah, karena memang hampir kebanyakan olahan Gudeg yang menjadi oleh-oleh khas Jogja mempunyai rasa manis yang dominan. Selain Gudeg ada juga penganan khas Jogja yang manis yaitu Bakpia Pathok.

 

Namun selain dua makanan di atas masih banyak lagi makanan-makanan unik yang harus kamu coba terlebih lagi jika kamu suka wisata kuliner. Mulai dari Angkringan, Kopi Jos, Sate Klathak, hingga Bakmi Jawa. Di Jogja kamu akan banyak menemui penjual bakmi jawa. Mulai dari yang menjajakannya dengan cara keliling menggunakan gerobak hingga yang sudah punya nama besar. Dari sekian banyak penjual bakmi jawa ada satu warung bakmi yang sangat legendaris dan hampir pasti didatangi para pecinta kuliner. Namanya Bakmi Jawa Mbah Gito. Apa yang membedakannya dari bakmi jawa pada umumnya?

 

Bakmi Jawa Mbah Gito

Sumber: Google.

Sekilas namanya biasa saja. Namun tempat ini sangat berbeda dari segi pengolahan mie sebagai bahan dasar hingga bangunannya yang sangat unik. Warung Bakmi Jawa Mbah Gito ini menyuguhkan olahan mie yang sangat khas. Bumbu yang lengkap, hanya menggunakan daging ayam kampung, dan menggunakan telur bebek sebagai pelengkap sajian bakmi ala Mbah Gito inilah yang menjadi pembeda dari bakmi jawa lainnya. Berkat kekayaan bumbu yang digunakan inilah kemudian menghasilkan rasa gurih yang kuat dan khas. Selain bakmi godhog dan bakmi goreng tempat ini juga punya menu andalan lain. Namanya magelangan yang sekilas menyerupai nasi goreng namun ada mie yang ditambahkan sebagai kombinasi olahan makanan ini.

Sumber: Google

Bangunan tempat ini juga tak kalah menarik dari lezatnya hidangan bakmi godhog dan bakmi gorengnya. Dari kejauhan terlihat seperti bangunan gubuk reyot namun jika kamu sudah masuk ke dalamnya suasana jadul dengan kebersihan tempat di dalamnya dijamin akan membuatmu nyaman. Hampir seluruh material bangunannya berbahan kayu lengkap dengan adanya pohon di tengah-tengahnya. Adanya cangkul, palu, arit, alat bajak sawah, dan tembang jawa yang biasa diputar membuat pengunjung akan merasakan sensasi wisata kuliner yang sangat beda. Bukan tanpa alasan Sugito atau Mbah Gito sang pemilik menaruh hiasan yang tak biasa itu karena menurutnya perkakas tani itu sengaja ia hadirkan untuk mengingat kerja keras orang tuanya dulu yang berprofesi sebagi petani. Bahkan konon dulu sebelum dijadikan tempat makan bangunan ini adalah kandang sapi.

Sumber: Google

Hal unik lainnya yang ada di tempat ini adalah para juru masak dan pelayannya yang menggunakan pakaian surjan lengkap dengan ikat kepala yang mencerminkan kehidupan masyarakat jaman dulu. Surjan adalah baju tradisional jawa yang biasa dikenakan oleh petani dan masyarakat pada umumnya di jaman dulu. Karena banyaknya pelanggan Bakmi Jawa Mbah Gito ini tak jarang pengunjung harus menunggu sedikit lebih lama jika tempat di dalam masih penuh. Jika sudah ada tempat kosong kemudian pengunjung akan dihampiri oleh pelayan dan diantarkan menuju tempat yang sudah kosong.

Beralamat di Jalan Nyi Ageng Nis, Depokan Lor, Peleman, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta tak sulit untuk menemukan warung Bakmi Jawa Mbah Gito ini. Selain itu harga untuk satu porsi bakmi godhog dan bakmi goreng mbah gito hanya dibanderol Rp 20.000,-saja. Masih sangat ramah di kantong bukan? Apalagi dengan tempat makan yang sangat unik dan nyaman seperti ini.
TAGS

Tempat Makan Unik di Jogja, Wisata Kuliner di Jogja, Bakmi Jawa Mbah Gito, Jajanan Khas Jogja, Gudeg Jogja, Bakpia Pathok, Tugu Jogja, Monumen Jogja Kembali, Kraton Jogja, Pantai Jogja, Angkringan, Kopi Jos