Tag Archive pakettourjogja

Pantai Ngobaran

Salah satu pantai yang mempunyai keunikan tersendiri disbanding pantai yang lain dan kaya akan kebudayaannya. Pantai Ngobaran berada di Gunung Kidul yang letaknya tak jauh dari Pantai Ngrenehan kurang hanya kurang lebih 2 kilometer. Keunikan yang ada pada Pantai Ngobaran karena adanya beberapa tempat ibadah yang saling berdekatan.

pantai ngobaran

pantai ngobaran

Pantai Ngobaran kaya akan keeksotikannya, seperti gulungan ombak, hamparan pasir putih, barisan batu karang, rumput laut / alga dan deretan pohon pandan laut. Bila air laut sedang surut anda bisa melihat dengan jelas bebrapa jenis alga (rumput laut) yang berwarna hijau maupun coklat. Jika dilihat dari ketinggian, hamparan alga yang tumbuh disela-sela karang akan tampak seperti sawah yang ada diwilayah penduduk padat. Landak laut, bintang laut, kerang-kerangan dan banyak lagi binatang laut berada disela-sela karang.

Kami www.pakettourjogja.com ketika berkunjung ke pantai ini, cukup terpesona dengan kebudayaannya, di Pantai Ngobaran anda dapat menjumpai Bangunan Masjid yang berdekatan dengan Pure menghadap kelaut. Dan ada juga tempat ibadah penganut kepercayaan Kejawan (bukan kejawen lho). Menurut cerita nama “Kejawan” berasal dari nama salah satu putra Prabu Brawijaya V, yang bernama Bondhan Kejawan. Pembangun tempat peribadatan ini mengaku sebagai keturunan Prabu Brawijaya V dan menunjuk salah satu warga untuk menjaga tempat ini. Prabu Brawijaya V merupakan keturunan terakhir kerajaan majapahit.

pantai ngobaran

pantai ngobaran

Dipuncak bukit karang anda akan menemui sebuah kotak batu yang berada didepan rumah joglo dikelilingi pakar kayu abu-abu. Konon menurut cerita kotak batu itu merupakan petilasan Prabu Brawijaya V membakar diri. Singkat cerita Prabu Brawijaya V melarikan diri dari istana bersama 2 orang istrinya yang bernama Bondang Surati (istri Pertama) dan Dewi Lowati (istri kedua) karena enggan di-Islamkan oleh putranya Raden Fatah, raja Demak I.

Pantai Ngobaran Gunung Kidul merupakan tempat pelarian terakhir yang menemuai jalan buntu, dan akhirnya Sang Prabu memutuskan untuk membakar diri. Namun sebelumnya Sang Prabu bertanya kepada kedua istrinya ,” “Wahai istriku ! siapa diantara kalian yang paling besar rasa cintanya kepadaku ?”. Dewi Lowati menjawab “ cinta saya kepada tuan sebesar gunung” sedangkan Bondan Surati menjawab “cinta saya kepada tuan sama seperti kuku ireng, bila setiap di potong pasti akan tumbuh kembali, jika cinta itu hilang maka cinta itu akan tembuh kembali”. Setelah Mendengar jawaban kedua istrinya, sang Prabu pun langsung menarik tangan Dewi Lowati untuk menceburkan diri kedalam bara api yang membara. Hingga akhirnya keduanya tewas terbakar. Prabu Brawijaya V memilih Dewi Lowati (istri kedua) karena istri yang pertama cintanya lebih besar. Dan Begitulah singkat ceritanya, dari peristiwa tersebut maka Pantai ini dinamakan “Ngobaran” yang berasal dari kata kobong atau kobaran yang berarti terbakar atau membakar diri.

pantai ngobaran

pantai ngobaran

Beberapa meter dari kotak itu terdapat pure untuk peribadatan umat Hindu yang sering melakukan upacara Galungan setiap bulan purnama dan upacara Melastri yang merupakan rangakaian upacara Nyepi. Dibagian depan tempat ranting tumbuh terdapat sebuah Masjid tempat peribadatan Umat Muslim. Yang berukuran kurang lebih 3×4 meter. Uniknya masjid tersebut menghadap keselatan, berbeda dengan umumnya masjid diindonesia menghadap ke Barat. Bagian depan tempat imam memimpin sholat terbuka sehingga langsung dapat melihat lautan. Ketika pakettourjogja menanyakan warga sekitar, tak banyak yang tahu alasanya. Sebagai petunjuk bagi yang akan sholat, penduduk setempat memberi tanda di tembok dengan pensil merah tentang arah kiblat yang sebenarnya.

Dari keunikan dan mendengar mitos dan mistis tersebut bila anda memasuki kawasan pantai ini, anda akan disambut oleh suasana mistis yang berpadu dengan suara ombak yang menerpa tebing-tebing batu karang.

Senja mulai tiba anda akan menjumpai aktivitas nelayan yang sedang mencari biota laut seperti bintang laut, lobster, kerang dan landak. Kuliner di Pantai ini yang terkenal adalah Landak goring. Anda penasaran dengan rasanya ? Mari berkunjung ke Pantai Ngobaran bersama kami pakettourjogja darmajaya Tour & Travel. Pasti anda akan ketagihan dibuatnya, karena kami menyediakan beberapa paket wisata jogja yang pastinya bisa membuat anda betah berada di Jogja.

Berikut video dari pantai ngobaran yang kami ambil dari Official NET News

Jalan Ke Pantai Ngobaran

Bagi anda yang ingin menuju ke pantai Ngobaran berikut ini kami berikan rute secara singkat menuju pantai ngobaran atau jalan ke pantai ngobaran. dimulai dari kota Jogja se(kitar 65 km) Telusuri jalan Jogja-Wonosari (sepanjang perjalanan akan ditemukan beberapa area yang menjadi ciri khas Gunungkidul) Piyungan –> jalan mulai menanjak dan berkelak kelok –> Tikungan Bokong Semar yang menjadi salah satu icon menuju gunung kidul –> Hargodumilah –> Patuk –> Tikungan Irung Petruk (sekarang ada jembatan yang memotong tikungan ini) –> Sambi pitu –> Hutan Tleseh –> Lapangan Udara Gading –> Pertigaan Gading ke Kanan (arah Playen Paliyan –> Dari kecamatan Paliyan terus ke arah selatan menuju Trowono –> –> PUSIKLAT TNI AD –>hutan SODONG (jalannya menanjak dan berkeloko-kelok). Di daerah Sodong masih bisa ditemui kera yang bersembunyi di gua-gua di hutan Sodong.

Sebelum masuk TROWONO akan melewati telaga Namberan (berfungsi sebagai cadangan air masyarakat sekitar) –> Pasar Trowono ambil arah ke selatan melewati jalan beraspal yang agak sempit ,berkelok-kelok –> kelurahan Kanigoro Saptosari.Di kanan kiri jalan ditemui pipa-pipa air minum yang dialirkan ke masyarakat dari sumber air di NGobaran –> Pertigaan (ke kiri Pantai Ngrenehan, ke kanan Pantai Ngobaran).

Nhah itulah rute yang harus anda tempuh ketika anda ingin mengunjungi pantai ngobaran, untuk lebih jelasnya berikut ini kami berikan peta menuju pantai ngobaran.

Pantai Krakal

Menjadi salah satu pantai yang menyembunyikan spot surfing yang menantang bagi para peselancar. Pantai Krakal terletak di deretan pantai di Gunung Kidul yang merupakan destinasi wisata pantai yang popular. Pesona alam yang luar bisa anda rasakan dipantai yang satu ini dengan lanskap alam yang menawan.

pantai krakal

pantai krakal

pantai krakal

pantai krakal

Pantai Krakal yang berjarak 65 kilometer dari pusat kota Yogyakarta ditempuh kurang lebih 2 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Biasanya dari para Wisatawan Pantai Krakal menjadi rangkaian terakhir setelah berkunjung ke Pantai Baron dan Kukup. Karena letaknya yang paling ujung dari jalan utama. Akses menuju Pantai Krakal terbilang cukup bagus dan rata. Deretan warung makan dan beberapa hotel juga dapat dengan cukup mudah ditemui disekitar pantai ini.

Hamparan pasir putih yang membentang hingga 5 kilometer dan garis pantainya yang landai menjadi primadona setiap wisatawan yang berkunjung. Dihiasi ribuan ikan karang warna-warni yang hidup di bebatuan karang bibir pantai. Ikan damselfish kuning dengan aksen biru di punggungnya, ikan kepe-kepe (butterflyfish) bergaris-garis biru tua dan biru muda, serta sekelompok ikan kecil berwarna biru terang berenang di antara bebatuan.Kaki-kaki bintang laut hitam menjulur keluar dari balik batu tempat persembunyian mereka.

Bila anda merasa bosan, cobalah melangkahkan kaki di deretan batu karang yang menyumbal ke permukaan. Berbaris memanjang seolah seperti jalan setapak. Dan janganlah sampai terledor mengenakan alas kaki karena tajamnya batu-batuan karang yg bertekstur runcing dipantai ini.

Diperjalan, anda akan menjumpai nelayan yang sedang asyik menyelam mencari umbal (hewan laut kecil yanh hidupnya menempel di bebatua karang). Mungkin anda bertanya-tanya mau dibuat apa umbal-umbal itu, diwarung-warung pesisir pantai dijualnya rempeyek umbal yang gurih. Wisatawan biasanya membeli rempeyek ini sebagai oleh-oleh khas dari Pantai Krakal. Tampak nelayan yang mondar-mandir mencari tempat yang strategis untuk melempar joran pancing.

Dry season diwaktu yang terbaik untuk menunggu barrel dikarala yaitu antara bulan Maret dan September. Di Pantai krakal ini ternyata juga menyembunyikan pesona untuk bermain selancar. Surfer harus berjalan menuju deretan karang di lepas pantai untuk kemudian menyongsong ombak bertipe reef break yang cukup menantang. Para surfer harus berhati-hati karena dasar lautnya didominasi oleh karang. Kurangnya Populer olahraga surfing dikalangan penduduk sekitar, mengharuskan para surfer untuk membawa papan surfing sendiri karena belum ada tempat persewaan surfbord di Pantai Krakal ini.

Berikut video lengkap mengenai pantai krakal jogja.

Tidak ada yang menyangka bila sebelah barat batu karang tersebut ada sebuah pantai kecil dengan suasana yang unik yang tak kalah menariknya dari pantai induknya yaitu Krakal. Pantai kecil ini hanya dibatasi oleh sebuah batu karang. Anda bisa menginjakkan kaki di pantai kecil tersebut dengan menyusuri perbukitan tersebut atau kalau anda menginginkan jalan yang lebih mudah anda bisa turun kembali dan langsung menuju pantai dengan menyusuri pasir putih ke arah barat. Itulah pesona Pantai Krakal yang begitu menggoda, ayo tunggu apa lagi gaess ambil paket wisata jogja yang kami tawarkan dan mari menyusuri kota jogja bersama kami.

Pantai Baron

Pemandangan cantik dari atas mercusuar Pantai Baron menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Dari atas kita dapat melihat betapa indahnya Pantai Baron dan sekitarnya bagaikan pemandangan di pulau-pulau Raja Ampat.

Pantai Baron

Pantai Baron

Siang yang menyengat menemani perjalanan kami pakettourjogja. Rasa letih lesu menanti tujuan kami yang begitu lama rasanya. Karena siang ini terasa aura panas dan kering seperti mengikuti perjalanan kami. Semua itu seolah pergi begitu saja ketika kami sudah melewati gerbang pintu masuk kamasan Pantai Baron, hembusan udara yang sejuk terasa dikulit yang tadinya berasa gerah dan panas. Katika barisan pohon jati kering telah berganti pohon yang hijau nan segar yang berlatar perbukitan karang, yang merupakan ciri khas kabupaten ini. Lambaian ombak yang berhempas ke bibir pantai membuat kami tak sabar rasanya ingin bermain denganya.

Akhirnya kami sampai juga di tepi Pantai Baron setelah melewati perjalanan cukup panjang, kurang lebih 2 jam dari pusat kota Yogyakarta. Disamping kanan kiri menuju parkiran dan kebibir pantai telah tertata rapi warung-warung dan kios pedagang makanan laut yang menggoda. Pantai Baron diapit oleh dua karang yang cukup besar, sehingga pantai ini berbentuk “U”. Kedua karang tersebut berfungsi sebagai penahan ganasnya ombak pantai selatan. Disisi sebelah barat Pantai Baron terdapat sebuah sungai air tawar yang bermuara tepat pinggiran pantai yang saling menyapa satu sama lain. Sungai yang hanya beberapa ratus meter itu entah dari mana datangnya. Menanti pasang datang untuk melaut malam hari berjejer kapal nelayan diatas pasir pantai yang putih kecoklatan.

Mercusuar Pantai Baron

Mercusuar Pantai Baron

Diatas bukit sebeleah timur kita bisa melihat menara putih yang menjulang tinggi dekat dengan jurang. Bangunan itu baru di bangun bulan Februari 2014 dan diresmikan pada bulan desember ditahun yang sama. “Mercusuar Tanjung Baron” namanya, bangunan ini mengingatkan kami pada Minas Tirith dari trilogy The Lord of The Ring. Tapi bedanya ada pada kota dibawah Mercusuar ini, hanya lautan luas dengan ombak yang ganas. Bangunan setinggi 40 meter ini dibangun untuk menggantikan Mercusuar yang lama yang dulunya berupa menara besi yang terlihat sangat tua dan sudah kropos. Selain untuk menggantikan, menara ini juga untuk menambah pesona para wisatawan yang berkunjung di kompleks Pantai Baron. Fungsi aslinya sebagai pemandu kapal yang melintas laut selatan, meskipun kebanyakan kapal sudah memiliki navigasi canggih. Namun “terkadang bila navigasi tersebut mengalami kerusakan sehingga tak berfungsi, nah mercusuar begitu krusial untuk navigasi kapal”. Semuanya dioperasikan oleh Dirjen Perhubungan Laut dengan kantor pusat di Cilacap.

Kita juga dapat naik ke atas menara mercusuar dengan menyusuri anak tangga berbatu yang berada di sebelah timur pantai, Kita diharuskan untuk membayar Rp.2000,-/orang sebagai ongkos perawatan tangga ini. Dengan membayar Rp.5000 per orang, kita bisa memasuki mercusuar ini dan menikmati bentang alam Gunungkidul dari ketinggian. Ruangan di dalam mercusuar ternyata cukup besar, terdiri atas 9 lantai berbentuk segi banyak. Setiap lantai dihubungkan oleh tangga spiral yang cukup curam dan semakin menyempit di bagian atas. Pada lantai-lantai genap, terdapat sebuah balkon yang bisa kita gunakan untuk mengamati pemandangan di sekitar mercusuar. Pada lantai ke-7, tangga spiral digantikan oleh tangga vertikal yang licin, sehingga kita disarankan untuk melepas alas kaki ketika menanjaki tangga tersebut. Sehabis melewati tangga yang agak horor ini, barulah kita bisa melihat pemandangan yang spektakuler: barisan perbukitan karst yang memanjang di utara, kontras dengan bentangan samudra bergelombang di selatan.

Luasnya lautan menjadi background yang pas untuk berfoto dengan berbagai gaya, namun di puncak mercusuar ini juga ada aturan yang harus harus ditaati guna menjaga mercusuar ini tetap berfungsi dengan baik seperti fungsinya. Dari puncak menara ini angina berhembus semilir mendamaikan rasa lelah terasa ketika kita berjuan naik ke atas, Senja sudah mulai tiba, betapa bertuntungnya kami bisa menikmati terbenamnya matahari. Suasana damai menghiasi senja dan perjalanan pulang kami.

Pantai Kesirat

Senja yang memikat di setiap insan yang menikmatinya, ucapan rasa syukur yang selalu tersirat dari setiap penikmatnya. Walaupun Pantai Kesirat tak mempunyai pasir bukan berarti pantai ini tak menarik untuk dikunjungi.

Pantai Kesirat

Pantai Kesirat

Dikala senja sudah mulai tiba, kami pakettourjogja menyusuri jalan bersemen. Sekitar 45 menit kami terguncang-guncang diatas kendaraan akhirnya kami sampai di suatu tujuan. Kata orang tempat yang kami kunjungi salah satu surga tersembunyi di pesisir Gunung Kidul ,Yogyakarta. Yang berada di balik semak-semak tinggi nampak sebuah pemandangan yang sanagt mempesona.

Yaa, Pantai Kesirat namanya. Tak seperti pantai lainnya, Pantai Kesirat mempesona karakternya karena berbeda dengan pantai-pantai di Gunung Kidul pada umumnya, yang merupakan pantai yang bertipe tebing karang tak mempunyai pasir putih atau pemandangan buih ombak yang menepi di pantai yang satu ini. Kita hanya bisa menikmati suara deburan ombak yang ganasnya menabrak sisi-sisi karang.

Sore itu Pantai Kesirat tak terlalu ramai pengunjung. Hanya ada beberapa pengunjung yang terlebih dulu sampai, mereka berencana ingin bermalam disini. Layaknya surga tersembunyi di Gunung Kidul, di pantai ini terdapat sebuah pohon tunggal di tepi tebing. Pohon Abadi, begitulah pepuler namanya dikalangan para wisatawan yang berkunjung di Pantai Kesirat. Diatas tebing ini hidup hamparan rumput yang cukup luas yang seolah tak menarik baginya hidup diatas tanah. Dibawah pohon abadi itulah biasanya para wisatawan mendirikan tenda untuk bermalam di sini.

Melainkan sebagai salah satu tempat wisata yang memikat, Pantai Kesirat juga merupakan salah satu tempat berkumpulya para penggemar rock fishing. Kebanyakan para penggemarnya adalah Bapak-Bapak, yang biasanya mereka duduk berjejer menghadap selatan di ujung selatan tebing. Jauh sebelum pantai ini dikunjungi para wisatawan, diujung selatan tebing sengaja dibangun sebuah pondok sederhana yang merupakan spot terbaik untuk memancing. Garis Pantai Kesirat yang langsung jatuh ke laut lepas dan jenis ikannya yang beragam adalah alasan mengapa pantai ini sangat digemari para penggemar rock fishing. Bila kita beruntung, kita bisa melihat penduduk sekitar mencari ikan dengan cara ngrendet, atau bisa disebut juga mencari ikan dengan menebar jaring dari satu tebing ke tebing lainya.

Menurut para pemancing mania di Pantai Kesirat, daya tarik yang luar biasa bagi para pemancing di pantai ini melainkan ikan-ikan kecil yang banyak juga tempat singgah ikan-ikan besar seperti , hiu tutul, paus maupun lumba-lumba sering terlihat ketika musim migrasi tiba.

Selain sebagai surga tersembunyi bagi para pemancing, Dipantai Kesirat juga masih sangat kental dengan tradisi masyarakat sekitar. Tradisi ini berawal dari kearifan lokal masyarakat Jawa pada lingkungan sekitar, dengan tidak menebang pohon sembarangan. Tridisi ini biasa masyarakat menyebutnya ngalap berkah atau brubuh-brubuh. Yang dilaksanakan setiap setahun sekali ketika musim padi belum mulai menguning, warga baru boleh menebang pohon. Tradisi ini merupakan sebagai ucapan syukur masyarakat yang tersirat dalam menjaga keseimbangan alam. Tradisi brubuh-brubuh juga masih berlangsung hingga kini.

Bukan hanya penduduk sekitar yang mempunyai tradisi, wisatawanpun juga demikian. Belum sah rasanya bila berkunjung ke Pantai Kesirat tak menikmati senja. Tebing Pantai yang menghadap kebarat menjadi tempat yang pas untuk menyaksikan mataharai kembali ke peraduan, yang seolah tenggelam ke dalam lautan. Kami teduduk terpaku seolah terhipnotis keindahan gradasi warrna kuning terang hingga biru pekat hasil karya Tuhan. Senja di Pantai Kesirat semakin dramatis dengan pohon Abadi yang condong ke arah laut, seakan melambai kearah matahari, mengucapkan selamat tinggal.

Pantai Depok

Dari sejumlah pantai diselatan kota Yogyakarta mungkin lebih menekankan betapa indah dan keelokan pantai tersebut, namun berbeda dengan Pantai Depok. Pantai yang satu ini lebih cenderung kearah kulinernya yang cukup familiar dikalangang para wisatawan.

Pantai Depok

Pantai Depok

Pantai yang berjarak 1,5 Kilometer dari Pantai Parangtritis ini selalu mejadi tempat singgah para wisatawan. Kebanyakan dari mereka setelah dari Pantai Parangtritis langsung menuju kemari, entah itu akan berwisata kuliner ataupun sekedar membili buah tangan hasil laut masyarakat pesisir kota jogja.

Tempat ini memang sengaja dirancang menjadi tempat wisata kuliner menikmati sea food. Berderetan tak jauh dari bibir pantai, tersedia sejumlah warung makan tradisonal yang menjajakan sea food. Beberapa warung makan sengaja dirancang menghadap keselatan, jadi sambil menikmati hidangan laut kita dapat melihat pemandangan laut lepas dengan ombak yang besar.

Masyarakat sekitar sebelumnya bukan berprofesi sebagai nelayan, melainkan sebagai petani lahan pasir. Menurut cerita, sekitar tahun 1997, beberapa orang nelayan yang berasal dari cilacap menemukan pendaratan yang memadai di Pantai Depok. Para nelayan itu membawa hasil tangkapan yang lumayan banyak, sehingga menggugah para warga Pantai Depok beralih profesi. Dari hasil tangkapan yang lumayan banyak, warga setempat berinisiatif membuka Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang kemudian dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bernama Mina Bahari 45. Tempat pelelangan ini juga menerima setoran ikan yang ditangkap oleh nelayan-nelayan pantai yang lain.

Dari kondisi tersebut warga pantai pun mulai menjadi “tekong”, istilah lokal bagi para Nelayan. Kegiatan menangkap ikan dilakukan hamper setiap tahun, kecuali pada hari-hari tertentu yang dianggap keramat, yaitu hari Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon. Para tekon melaut bermodalkan perahu bermotor yang di lengkapi cadik.

Ketika kami pakettourjogja berkunjung ke Pantai Depok, banyak wisatawan yang mengunjungi Warung makan yang sebagian besar barbangunan limas [rumah adat jawa (jogja)] untuk berkuliner. Selain itu juga banyak yang ramai mengunjungi tempat pelelangan ikan, mereka ingin membawa untuk buah tangan.

Kuliner Pantai Depok

Kuliner Pantai Depok

Dari wisatawan yang kami temui kebanyakan mereka dari Pantai Parangtritis dan menyempatkan ingin mencicipi kuliner di Pantai Depok. Kebanyakan dari mereka meras cocok dengan masakan di sini, “mak nyuss” kata salah seorang wisatawan yang berbincang dengan kami.

Beragam hidangan sea food bisa dicicipi. Hidangan ikan yang paling populer dan murah adalah ikan cakalang. Jenis ikan lain yang bisa dinikmati adalah kakap putih dan kakap merah. Jenis ikan yang harganya cukup mahal adalah bawal. Selain ikan, ada juga kepiting, udang dan cumi-cumi. Hidangan sea food biasanya dimasak dengan dibakar atau digoreng.

Gumuk Pasir

Gumuk Pasir

Puas menikmati hidangan sea food, anda bisa keluar pantai dan berbelok ke kanan menuju arah Parangkusumo dan Parangtritis. Di sana, anda akan menjumpai pemandangan alam yang langka dan menakjubkan, yaitu gumuk pasir. Gumuk pasir yang ada di pantai ini adalah satu-satunya di kawasan Asia Tenggara dan merupakan suatu fenomena yang jarang dijumpai di wilayah tropis. Di sini, anda bisa menikmati hamparan pasir luas, bagai di sebuah gurun. Gurun ini terbentuk sejak ribuhan tahun yang lalu melalui proses yang unik. Dahulu, ada beragam tipe yang terbentuk, yaitu barchan dune, comb dune, parabolic dune dan longitudinal dune. Saat ini hanya beberapa saja yang tedapat, yaitu barchan dan longitudinal. Yang konon bukit pasir ini terbentuk dari terpaan angin laut dan bukit terjal disebelah timur menerbangkan pasir hasil erupsi merapi yang terendap didekat sungai menuju daratan, dan terbentuklah bukit pasir atau gumuk.

Untuk dapat menikmati semua ini anda bisa mengambil jalur yang sama dengan Parangtritis dari Yogyakarta. Setelah samai di pos retribusi Parangtritis berbelok kekanan menuju Pantai Depok.

Pantai Pok Tunggal

Bukan hal yang mudah untuk dapat sampai di Pantai Pok Tunggal, dengan medan yang cukup menantang dan sulit. Namun siapa sangka dibalik kesulitan itu terdapat surga tersembunyi di Pantai Pok Tunggal. Pantai ini beridentitaskan sebatang pohon yang ikonik membuat pantai ini telihat cantik.

Pantai Pok Tunggal

Pantai Pok Tunggal

Hamparan pasir putih dan birunya air laut dengan dikelilingi bukit-bukit karang yang tingginya mencapai 50 meteran membuat Pantai Pok Tunggal sebagai primadona setiap para wisatawan yang suka berpetualang. Ketika kami pakettourjogja beserta rombongan berkunjung ke Pantai Pok Tunggal yang sebelumnya kami belum pernah kesini. Dengan melalui jalanan berupa bebatuan yang berkelok-kelok dan agak terjal. Membuat adrenalin kami berdesir kencang ketika melewati sebuah tikungan dengan karang yang besar menjorok diatas kepala kami. Karena kami hanya mengendarai motor, kami saling bergantian melewatinya.

Setelah melewati jalanan bebatuan yang tak rata dan bergerak pelan kurang lebih 2 kilometer. Akhirnya kami sampai juga di sebuah pantai yang begitu mempesona, yang seolah-olah lelah kami diperjalanan hilang seketika begitu saja setelah melihat pesona Pantai Pok Tunggal dari kejauhan. Tak sabar rasanya ingin segera merasakan segarnya air di pantai ini. Keeksotisan Pantai ini juga terdapat pada sebuah Pohon Duras yang hidup menyendiri. Konon katanya bila ingin menanam pohon dan bisa hidup seperti pohon yang satu ini sangatlah susuah. Oleh karena itu pohon ini sangat dijaga keberadaanya oleh penduduk d\setempat. Bila anda berkunjung kemari jangan heran bila ada larangan “dilarang memeanjat pohon”.

Pesona Pantai Pok Tunggal sesungguhnya tak hanya karena adanya identitas dan pasir putih dengan birunya air laut. Tebing karang yang berdiri gagah bagaikan benteng yang melindungi pantai ini dari luar. Sepertinya tebing-tebing ini sangat cocok sekali untuk olah raga panjat tebing. Namun hingga saat ini (Okto 2012) belum ada jalur untuk para pemanjat. Kami hanya bisa berharap dan berdoa agar segera ada orang yang menakhlukan dan membuka jalurnya.

Dibeberapa tebing itu masih ada perimata liar. Ketika kami pakettourjogja berkunjung kemari masih ada kawanan monyet yang bergelantungandibalik tebing disebelah timur. Pantai Pok Tunggal juga terdapat sebuah mata air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warung-warung dan kamar mandi umum. Kemungkinan besar mata air ini terbentuk dari aliran sungai bawah tanah khas daerah karst.

Begitu alami Pantai Pok Tunggal dengan berbagai pesona alam yang disajikannya, membuat kami pakettourjogja serombongan tambah betah disini. Disiang yang menyengat kami menyandarkan bahu di warung-warung kecil di pinggiran pantai sembari menikmati segarnya es kelapa muda. Tampak dipinggiran pantai segerombolan remaja sedang asik mandi bermain air dan sesekali menjepretkan kamera dengan berbagai gaya.

Bila senja sudah mulai tiba beberapa pengunjung mulai berdatangan untuk menikmati indahnya tenggelamnya matahari di balik cakrawala. Tak sedikit dari wisatawan yang memutuskan untuk bermalam di bibir Pantai Pok Tunggal dengan mendirikan tenda yang mereka bawa. Kami juga menjumpai rombongan bule dengan ransel besar, yang isinya tenda untuk bermalam di Pantai Pok Tunggal. Asyik juga bermalam di tenda sambil menikmati hembusan angin pantai dan deburan ombak yang silih berganti. Bila kita tak membawa tenda, kita bisa menyewa tenda dome pada penduduk setempat. Jika anda memutuskan untuk pulang malam, anda harus ekstra berhati-hati, karena hanya melalui jalur yang sama ketika berangkat ditambah belum dilengkapi penerangan sama sekali.

Pantai Sundak

Tak hanya ombak yang bisa dinikmati di pantai yang satu ini, namun juga bukti sejarah dan berkah yang ada ; misalnya gua karang yang menjadi tempat perkelahian Landak dan asu (anjing).

Pantai Sundak

Pantai Sundak

Bila anda berkunjung ke pantai ini, anda pasti akan terheran-heran dengan perubahan yang pesat Pantai Sundak. Ketika pakettourjogja bekunjung kemari, disisi barat terdapat masjid dan ruang kosong yang sekarang dimanfaatkan sebagai tempat parkir. Sedangkan disisi sebelah timur terdapat gua yang terbentuk dari batuan karang yang berketinggian 12 meter, didalam gua anda kan menjumpai sumur alami yang mana sumur itu adalah tempat penduduk mendapatkan air tawar.

Nama Pantai Sundak adalah nama baru pantai ini, dan nama ini baru muncul ditahun-tahun belakangan ini. Yang sebelumnya penamaan pantai ini melalui sebuah fenomena yang bisa dikatakan unik. Konon katanya disekitar tahun 1930an jika musim penghujan tiba banyak air dari daratan yang mengalir kelautan. Akibatnya dataran disebelah timur membelah sehingga membentuk seperti sungai. Air yang mengalir seperti mbedah (membelah) pasir. Namun bila musim kemarau datang, belahan itu menghilang dan seiring denganya air laut datang membawa pasir. Dari fenomena ini lah penamaan pantai yang sebelumnya, yakni dengan sebutan Pantai Wedibedah (pasir yang membelah).

Pada sekitar tahun tahun 1976 dimana pantai ini berganti nama, karena terjadi suatu kejadian menarik yang mungkin kurang masuk akal. Namun masyarakat sekitar percaya bahwa kejadian menarik ini membawa berkah. Kejadian ini bermula ketika seekor anjing milik Arjasangku sedang bermain dan berlarian disekitar pantai dan kemudian memasuki gua, yang ternyata gua tersebut ada seekor landak laut yang sedang mencari makanan. Karena lapar, si anjing ingin menangkapnya dan memakanya. Landak yang dulunya tak ingin berkelahi dan ingin menghindar. Namun apa dayanya Landak yang tak bisa lari kemana-mana, dan akhirnya pertarungan sengit pun terjadi. Si Landak pun kalah dan anjing berhasil memakan setengah dari tubuh landak. Anjingpun keluar dengan bangganya dan merasa sudah kenyang. Perbuatan si anjing pun diketahui pemiliknya, yang melihat setengah tubuh Landak laut dibawa oleh si anjing. Pemilik anjing pun penasaran dan mengecek ke dalam gua, ternyata didalam gua terdapat bekas perkelahian si anjing dan landak.

Tak disangka, perkelihan kedua hewan itu membawa berkah bagi penduduk setempat. Sudah sekian tahun lamanya masyarakat sekitar kekurangan air, dan akhirnya sekarang penduduk menemukan mata air tawar berkat perkelahian Landak dan anjing. Yang awalnya pemilik anjing heran karena si anjing miliknya keluar gua dengan kondisi basah kuyup. Hipotesanya, di gua tersebut terdapat air dan anjingnya sempat tercebur ketika mengejar landak. Setelah mencoba menyelidiki dengan beberapa warga, ternyata perkiraan tersebut benar. Dan dari kejaian itulah nama pantai ini berubah menjadi Pantai Sundak, singkatan dari Asu (anjing) dan Landak. Jadi kini, air dari dalam gua itu digunukan untuk keperluan hidup penduduk. Dari dalam gua, kini dipasang pipa untuk menghubungkan dengan penduduk. Betapa senang dan bersyukurnya para penduduk Temuan mata air ini mengobati kekecewaan penduduk karena sumur yang dibangun sebelumnya tergenang air laut.

Tak hanya menawarkan saksi sejarah, Sundak juga menawarkan sensasi bagaimana asyiknya bermalam dipinggiran pantai ini atau biasa anak muda sekarang menyebutnya (ngecamp) suasana angina malam yang sepoi-sepoi dengan ditemani api unggun dan ikan bakar membuat malam ini menjadi luar biasa. Kegelapan tak perlu diributkan, bukankah membosankan jika hidup terus terang benderang? Ayo kawan rasakan sensasinya berkunjung ke Pantai Sundak.

Pantai Siung

Pantai yang mempunyai karang yang menyerupai siung wanara yang menjadi dasar penamaan pantai. Pantai Siung merupakan pantai yang kaya akan karang-karang raksasa. Selain tempat yang tepat untuk menikmati panorama pantai, juga sebagai tempat panjat tebing yang tepat karena memiliki 250 jalur panjatan.

Pantai Siung

Pantai Siung

Untuk dapat sampai ke pantai yang berjarak kurang lebih 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan. Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, Panti Siung searah dengan Pantai Jogan dan Nglambor. Menjangkau tempat ini dengan Kendaraan pribadi menjadi pilihan setiap wisatawan karena sulit mencari angkutan umum untuk dapat sampai di tempat ini. Bila dengan kendaraan pribadi kita harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima serta performa kendaraan yang baik adalah modal utama. Karena Perjuangan untuk mencapai pantai sudah dimulai dari Pathuk (kecamatan pertama di Gunung Kidul yang dijumpai). Kita harus bisa melewati tanjakan, tikungan tajam yang kadang disertai turunan hingga panas terik yang menerpa kulit saat melalui jalan yang dikelilingi perbukitan kapur dan ladang-ladang palawija.

Perjuangan untuk dapat samapai ke pantai tersebut seperti sebuah pepatah “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”, begitulah kiranya perjalanan ke Pantai Siung. Bila kita diperjalanan kita sudah bisa merasakan sejuknya hembusan angina laut yang disertai bunyi deburan ombak, itu menandakan sudah dekat dengan pantainya. Perasaan lelah kami mulai pudar setelah menjumpai tanda-tanda tersebut. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai di pantai. Birunya laut dan putihnya pasir yang terjaga kebersihannya akan mengobati raga yang lelah. Deretan bangunan kayu di pinggiran pantai, menjadi salah satu tujuan pertama untuk bersandar dan bercengkraman sambil menikmati indahnya pemandangan.

Pantai Siung

Pantai Siung

Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Batu karang ini yang menjadi dasar penamaan pantai ini, yang berlokasi agak menjorok ke lautan. Perbincangan kami Pakettourjogja dengan simah Wastoyo sesepuh setempat, Nama penamaan pantai ini diambil dari bentuk batu karang yang menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga saat ini, batu karang tersebut masih bisa kita nikmati keindahanya. Hempasan ombak besar yang menerpa setiap karang yang menghalanginya, hingga celah-celah disusurinya oleh air laut yang mengalir perlahan, menyajikan pemandangan yang dramatis.

Karang gigi kera yang hingga kini masih tahan dari gerusan ombak lautan ini turut menjadi saksi kejayaan wilayah Siung di masa lalu. Menurut cerita Wastoyo, wilayah Siung pada masa para wali menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunung Kidul. Tak jauh dari pantai, tepatnya di wilayah Winangun, berdiri sebuah pasar. Keadaan berangsur sepi ketika pasar Winangun, menurut penuturan Wastoyo, diboyong ke Yogyakarta. Pasar pindahan dari Winangun ini konon di Yogyakarta dinamai Jowinangun, singkatan dari Jobo Winangun atau di luar wilayah Winganun. Warga setempat kehilangan mata pencaharian dan tak banyak lagi orang yang datang ke wilayah ini. Tidak jelas usaha apa yang ditempuh penduduk setempat untuk bertahan hidup.

Di tengah masa sepi itulah, keindahan batu karang Pantai Siung kembali berperan. Sekitar tahun 1989, grup pecinta alam dari Jepang memanfaatkan tebing-tebing karang yang berada di sebelah barat pantai sebagai arena panjat tebing. Kemudian, pada dekade 90-an, berlangsung kompetisi Asian Climbing Gathering yang kembali memanfaatkan tebing karang Pantai Siung sebagai arena perlombaan. Sejak itulah, popularitas Pantai Siung mulai pulih lagi. Kini sebanyak 250 jalur pemanjatan di Pantai Siung, memfasilitasi penggemar olahraga panjat tebing. Jalur ini kemungkinan akan bertambah karena seiring adanya aturan untuk dapat meneruskan jalur yang ada dengan seijin pembuat jalur sebelumnya.

Olah raga panjat tebing ini berada disisi sebelah barat. Sedangkan disisi sebelah timur terdapat sebuah bukit karang yang bisa dilalui dengan jalan setapak. Bukit tersebut juga biasa digunakan untuk foto Prewedding, Karena pemandanganya yang mempesona luar biasa. Dari atas kita bisa melihat sekeliling dengan nampak kecil seperti sebuah miniature. Diatas bukit ini biasa para wisatawan melepas penat dengan berteriak sekeras-kerasnya. Sungguh pesona alam yang luar biasa untuk menjadi pilihan liburan Anda. Bila hari sudah mulai petang bila anda beruntung bisa melihat kera berekor panjang turun menuruni tebing disisi barat, hal ini sangat erat kaitanya mengapa pantai ini dinamakan “Siung”. Tunggu apa lagi, rasa penasaran ini harus segera terbayarkan dengan anda berkunjung ke Pantai Siung ini.

Pantai Sepanjang

Si Pantai Kuta nya Jogja, tak harus jauh-jauh pergi ke Bali, jika hanya ingin berjemur. Di Pantai Sepanjang adalah pilihan yang teapat bagi anda yang suka berjemur, karena pantai yang satu ini memiliki nuansa yang lebih asri dari Pantai Kuta.

Pantai Sepanjang

Pantai Sepanjang

Di antara deretan pantai di Gunung Kidul Pantai Sepanjang lah yang memiliki garis pantai terpanjang. Sehingga akan hal ini pantai ini diberi nama “Sepanjang”. Pantai Sepanjang merupakan salah satu pantai yang baru dibuka. Kerang di wilayah pasang surut pantai pun masih terawat. Warna biru air laut menandai jika belum banyak tercemar. Di bibir pantai dihiasi dengan gubug-gubug beratap daun kering dan dihiasai tumbuhan palem dengan suasana pantai yang masih sangat alami. Dari hal tersebut, tak ada salahnya bila pemerintah daerah maupun investor berencana menjadikan pantai ini sebagai Pantai Kuta nya Jogja.

Pantai Sepanjang masih sangat dekat dengan nuansa alamnya, berbeda dengan Pantai Kuta di Bali yang menawarkan hal-hal klise seperti beach café dan cottage mewah. Disini anda akan bisa melakukan banyak sesuatu yang mengasyikan yang tak akan anda temuai di Pantai Kuta. Yang diantaranya Anda bisa bermain dikarang dan bermain petak umpet dengan berbagai jenis bintang laut (Echinodermata) dan kerang-kerangan (Mollusca). Mencrabut rumput laut yang tertanam dan menemukan limpet dibebatuan sekitar pantai. Bila terlalu asyik akan hal ini, anda juga harus berhati-hati agar tak tertancap duri landak laut.

Bernostalgia dengan pantai Kuta tempo doeloe adalah yang biasa para wisatawan Domestik maupun Mancanegara lakukan disini. Karena di Pantai Sepanjang ini anda bisa berjemur dibawah terik matahari, membelah ombak dengan selancar, ataupun hanya melihat keindahan pantai. Menikmati jalan-jalan dari ujung ke ujung hamparan paasir putih yang biasa wisatawan lokal lakukan dipantai ini. Semua ini bisa anda nikmati begitu tiba dipantai yang tak jauh dari Pantai Sundak ini.

Pantai Sepanjang

Pantai Sepanjang

Diperjalana kami Pakettourjogja menuju pantai ini, kami bisa tahu bahwa betapa kenthalnya kebudayaan masyarakat. Pantai yang landai dan langsung diterpa ombak menyebabkan tak ada penduduk yang melaut. Rutinitas masyarakat sekitar masih banyak yang bertani ataupun berkebun. Disepanjang perjalanan kami, kami menemui beberapa gubug. Gubug tersebut biasa digunakan masyarakat sekitar untuk beristirahat bila telah lelah dalam berladang. Karena ladang yang jauh dari pemukiman penduduk membuat mereka berangkat pagi pulang sore sehingga membuat gubug diladang. Ladang itu biasa masyarakat sekitar untuk menanam jagung atau pun singkong sebagai sumber makanan pokok. Bila melihat ke belakang, akan tampak dua buah bukit yang bagian lerengnya digunakan penduduk setempat untuk berladang. Tanah di puncak bukit tersebut telah dibeli oleh investor untuk dibangun sebuah villa yang harapannya bisa digunakan sebagai penginapan wisatawan.

Tempat yang satu ini bukan hanya menyuguhkan keindahan alam yang memukau, namun juga mempunyai situs bersejarah, yaitu Banyusepuh. Yang menurut arti dari masyarakat sekitar “banyu” = air, “sepuh”= basuh atau membasuh, atau biasa disebut juga mata air pemandian. Yang konon katanya yang menggunakan adalah para wali, yang digunakan untuk membasuh atau memandikan pusakanya. Situs ini tak banyak diketahu banyak orang, jika kita tak bertanya pada penduduk setempat. Ketika kami Pakettourjogja penasaran ingin melihat, seperti apakah situ situ sekarang. Ternyata situs ini sekarang hanya tinggal kubangan kering yang ditumbuhi tanaman liar.

Setelah capek berkeliling, kami pun melepas lelah di gubug-gubug yang berada dipinggiran Pantai Sepanjang. Sambil menikmati segarnya es kelapa muda dan terpaan angin laut. Nah, sangat menarik bukan berwisata di tempat Sepanjang? Jadi, tunggu apa lagi? Anda tinggal melaju dengan sepeda motor atau menginjak pedal gas mobil Anda. Tak usah menggubris naik turunnya medan ataupun jalan bebatuan menuju pantai ini sebab keindahan alam dan budaya yang akan dinikmati jauh lebih dari pengorbanan Anda. Kami pakettourjogja juga sempat berbincang dengan seorang turis asal jerman dia berkata “saya tak menyangka betapa indah dan mempesonanya Pantai Sepanjang yang tenang ini, Pantai ini tak kalah menarik dari Pantai Kuta dan membuat saya ingin kembali kesini disetiap liburan” (pakettourjogja.com)

Pantai Wediombo

Tempat wisata yang satu ini sangat cocok sekali bagi para pemancing mania karena hanya di pantai ini kita bisa memancing ikan dari bukit karang. Di Pantai Wediombo ini juga kita dapat mencicipi ikan Panjo.

Pantai Wediombo

Pantai Wediombo

Pantai Wediombo, ya kita bisa berimajinasi bahwa Pantai Wediombo adalah pantai yang mempunyai hamparan pasir putih yang luas. Dalam bahasa jawa kita dapat mengartikan Wediombo sebagai berikut (Wedi = pasir, ombo = luas). Akan tetapi hal ini berbeda jauh dari faktanya, sebenarnya Pantai Wediombo tak mempunyai hamparan pasir yang luas. Karena sisi barat dan timur pantai ini diapit oleh bukit karang, dan membuat pantai ini tak seperti pantai, Parangtritis, Glagah, atau mungkin Kuta yang mempunyai hamparan pasir yang luas.

Ada yang mengungkapkan bahwa pantai ini lebih pantas menyandang nama teluk ombo, karena keadaan pantai yang menyerupai teluk yang lebar. Terdapat batu karang yang mengapit, dan air lautnya menjorok ke daratan, namun memiliki luas yang lebih lebar dali teluk biasa. Hal ini tak bisa dipungkiri lagi dalam pemberian nama ini, karena penduduk setempat mengungkapkan bahwa nama pantai ini diberi nama oleh nenek moyang yang tak sesuai dengan keadaannya.

Pantai Wediombo

Pantai Wediombo

Walaupun pemberian nama yang kurang tepat itu, Pantai Wediombo teteap menyuguhkan pemandangan pantai yang luar biasa. Dengan suasana yang sangat tenang, jauh dari lalu lalang kendaraan, dan riuh wisatawan yang berjemur. Tempat yang sangat cocok untuk menenangkan diri melepas jenuh. Air lautnya berwarna biru, tak seperti pantai lainya yang telah tercemar hingga airnya berubah warna menjadi hijau. Pasir putihnya masih sangat terjaga, dihiasi cangkang-cangkang yang ditinggalkan oleh kerangnya.

Pantai Wediombo sangatlah mudah dijangkau bila sebelumnya telah datang ke pantai suing. Cukup kembali kepertigaan di Tepus sebelum menuju suing, kemudian belok ke kanan mengikuti alur jalan hingga menemukan papan petunjuk belok ke kanan menuju Wediombo. Pantai ini terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul.

Bila anda berkunjung ke Pantai Wediombo, anda disana akan diajarkan beberapa penaglaman menarik dan unik bahkan ekstim. Yaitu memancing di ketinggian bukit karang. Maka sangatlah cocok bagi anda pemancing mania untuk datang kesini. Belum afdol rasanya bila anda datang kemari dan melewatkan memancing dari atas karang yang tinggi. Ditempat ini juga menjadi tempat yang digemari oleh para pemancing mania dari kota Yogyakarta dan Wonogiri, dengan tujuan mereka ingin mendapatkan ikan ukuran besar.

Perjalanan menuju bukit karang para pemancing mania ini kurang lebih bisa mencapai satu jam bagi yang sudah terbiasa. Bukan hal mudah untuk memancing di bukit karang, sebab letaknya yang jauh dari pantai. Bukit karang itu baru bisa dijangkau setelah berjalan ke arah timur menyusuri bibir pantai, naik turun karang di tepian pantai yang terjal, licin dan kadang dihempas ombak besar, kemudian naik lagi hingga puncak bukit karang yang langsung berhadapan dengan laut lepas yang dalam.

Bagi yang tak cukup punya nyali untuk menuju bukit karang, membeli ikan hasil pancingan mungkin adalah cukup memuaskan. Beberapa warga menawarkan jasa memasak ikan bila ingin mencicipinya segera. Bila tidak, ikan bisa dibawa pulang mentah-mentah, tapi tentu cukup merepotkan.

Paket masakan ikan panjo goreng juga tersedia. Nasi, seekor ikan panjo goreng yang telah diiris kecil beserta sambal mentah dijual sangat murah. Nasinya dihidangkan dalam bakul kecil, sementara sambalnya dalam cobek. Porsinya cukup banyak, bahkan untuk 2 orang. Pakettourjogja sempat mencoba masakan ini di warung yang berlokasi beberapa meter di atas tempat parkir. Ada juga landak laut goreng yang rasanya mirip daging ayam.

Panorama yang disuguhkan Pantai Wediombo memang tak bisa dipungkiri lagi. Seluruh pesona pantai bisa dinikmati setiap harinya. Bila ingin bermalam atau menggelar sebuah acara yang dihadiri sekelompok kecil orang, terdapat sebuah gubug yang terletak tak jauh dari warung-warung yang berjejer di pantai. Sangat mengasyikkan dan mampu menebus rasa lelah ketika menuju ke pantai ini.